Tentang
“ LUP”
Puji
syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan
rahmat, hidayah, dan karunianya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Makalah
Tentang Kaca Pembesar (Lup). Penyusunan laporan Makalah ini disusun sebagai
bukti bahwa penulis telah melaksanakan dan menyelesaikan Tugas Mata pelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Penyusun
menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan kerjasama dari berbagai teman dan
media, maka penyusunan laporan ini akan terhambat.
Penyusun berharap semoga laporan
ini bemanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca. Segala kritik
dan saran akan penyusun terima dengan besar hati demi memperbaiki penyusunan
tugas-tugas berikutnya.
Kadungora, Mei 2017
Penulis
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
1.1 Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan penulis............................................................................................. 1
2.1 LUP (Kaca Pembesar)................................................................................ 2
2.2 Sejarah Penemu Lup.................................................................................. 2
2.3 Cara Kerja Lup........................................................................................... 3
2.3 Fungsi Lup.................................................................................................. 6
2.4 Bagian- Bagian Lup.................................................................................... 6
2.5 Pembentukan dan Sifat Bayangan pada LUP............................................ 6
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 8
3.2 Saran........................................................................................................... 8
3.3 Daftar Pustaka............................................................................................ 8
Ilmu pengetahuan dan
teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan
zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Berbagai peralatan elektronik
diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki
fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia. Sama halnya untuk membantu
proses bekerja dan aktivitas manusia sehari-hari, contohnya dalam
melihat benda kecil atau mikroorganisme yang tidak bisa di lihat
oleh kasat mata maka dengan ini perlu alat bantu yang mampu mempermudah dalam
mengindentifikasi hal tersebut dan membantu proses pengerjaan manusia yang
berhubungan dengan benda-benda kecil atau mikroorganisme.
1. Apakah yang dimaksud dengan LUP?
2. Bagaimana cara kerja LUP?
3. Apakah fungsi dari LUP?
4. Apa saja bagian-bagian dari LUP?
5. Bagaimana Pembentukan dan Sifat
Bayangan pada LUP?
Adapun tujuan makalah ini adalah :
1. Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan LUP secara detail
2. Untuk
mengetahui sejarah tentang LUP
3. Untuk
mengetahui bagaimana cara kerja LUP
4. Untuk
mengetahui fungsi dari LUP
5. Untuk
mengetahui apa saja bagian-bagian yang ada di dalam LUP
6. Untuk
mengetahui bagaimana pembentukkan dan sifat bayangan dari LUP
Bagaimana kita dapat mengamati
benda-benda kecil seperti komponen jam tangan? Alat apa yang kita gunakan untuk
melihat benda-benda kecil ? untuk melihat benda-benda kecil, kita dapat menggunakan
alay yang dinamakan lup.
Pada dasarnya, lup adalah sebuah
lensa cembung. Lensa ini dapat berfungsi sebagai kaca pembesar jika diletakkan
pada posisi yang tepat antara objek benda yang akan diamati dan mata.
Berdasarkan pembentukkan bayangan
pada lensa cembung, untuk menghasilkan bayangan yang diperbesar, benda
diletakkan di antara titik F1 dan O. Perhatikan Gambar 21.14.
Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Jadi,
pabila kita ingin menggunakan lensa cembung sebagai lup, maka benda harus kita
letakkan diantara titik F1 dan O.
Kita juga telah mempelajari
bagaimana mata melihat sebuah objek. Jika kita ingin melihat benda dengan mata
rileks supaya tidak lekas lelah, benda yang kita amati kharus berada di titik
jauh dari mata. Dalam keadaan seperti ini, dikatakan mata tidak berakomodasi.
Jika kita menginginkan pembesaran yang lebih besar lagi, kita dapat mendekatkan
benda (objek) asalkan tidak lebih dekat dari titik dekat kita. Jika
kita meletakkan benda di titik paling dekat yang masih dapat kita lihat, kita
akan memperoleh perbesaran maksimum, dan mata kita cepat lelah karena mata
dalam keadaan berakomodasi maksimum.
Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik
fokus yang dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di dalam
titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil
dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang
dihasilkan bersifat tegak, nyata, dan diperbesar. Lup ditemukan oleh seorang
dari Arab bernama Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham. Abu Ali Muhammad al-Hassan
ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham lahir (Basra,965 Kairo 1039), dikenal dalam
kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang
ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri,
pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai
cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger,
Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.Dalam kalangan
cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham
dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Ia memulai
pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di
bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak
pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad.
Di perantauan beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada
penulisan. Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama
di sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan
mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai
matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam
menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.
Alat optik yang paling sederhana
adalah lup atau kaca pembesar (magnifying glass). Kaca pembesar terdiri atas
lensa cembung ganda, yang kedua sisi luarnya melengkung ke luar.
Sinar-sinar cahaya yang melewati
lensa itu membelok ke dalam untuk mengumpul di sebuah titik focus pada kedua
sisi lensa. Jarak dari pusat lensa ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca
pembesar yang umum, disebut jarak fokus.
Sebuah kaca pembesar dipegang di
atas sebuah benda pada jarak yang lebih pendek daripada jarak fokus (ruang I),
benda itu tampak tegak dan diperbesar.Bayangan macam ini disebut bayangan maya.
Pada jarak yang sama (ruang II)
atau lebih panjang daripada jarak fokus (ruang III), lensa akan menghasilkan
suatu bayangan terbalik, dan disebut bayangan nyata.
Dalam penggunaan lup seseorang harus
menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus
lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya. Perbesaran
yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut.
v Perbesaran anguler atau perbesaran sudut
v Perbesaran sudut
M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter
1.
Mata berakomodasi maksimum
Mata berakomodasi maksimum yaitu
cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot siliar bekerja maksimum untuk
menekan lensa agar berbentuk secembung-cembungnya). Ketika menggunakan lup
dengan mata berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk harus jatuh di titik
dekat mata (25cm). Untuk mengahasilkan bayangan yang seperti ini, benda harus
terletak dia antara titik fokus lup (F) dan lensa (antara titik F dan O). Olah
karena mata berakomodasi maksimum, lensa mata dalam keadaan menebal
sekuat-kuatnya dan otot-otot mata meregang sehingga mata cepat lelah. Akan
tetapi, dalam kondisi ini akan dihasilkan perbesaran yang maksimum. Pembesaran
yang dihasilkan dalam keadaan mata berakomodasi maksimum adalah.
Keterangan : M = pembesaran lup
f =
jarak fokus lup (cm)
n
= titik dekat mata (25 cm)
Pada
penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan
adalah:
1. bayangan yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata / Punctum
Proksimum (PP)
2. benda yang diamati harus diletakkan di antara titik fokus dan lensa
3. kelemahan : mata cepat lelah
4. keuntungan : perbesaran bertambah (maksimum)
5. Sifat bayangan : maya, tegak, dan diperbesar
Perhitungan
• Si = -PP = -Sn
Agar mata dapat melihat dengan berakomodasi maksimum, maka bayangan yang
dibentuk oleh lensa harus berada di titik dekat mata (PP). Benda yang dilihat
harus terletak antara titik fokus dan titik pusat sumbu lensa.
Kelemahannya untuk pengamatan lama mata cepat lelah, sedangkan
keuntungannya dari segi perbesaran bertambah.
Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar.
Perbesaran anguler yang didapatkan adalah :
M = PP/f + 1
Keterangan :
M = perbesaran lup
PP= titik dekat mata
f = jarak titik fokus lensa
Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata
tidak berakomodasi.
2. Mata Tak Berakomodasi
Mata tak berakomodasi yaitu cara memandang obyek pada titik jauhnya (yaitu otot
siliar tidak bekerja/rileks dan lensa mata berbentuk sepipih-pipihnya).
Ketika menggunakan lup dengan mata tidak berakomodasi, bayangan yang
terbentuk jatuh di titik tak terhingga. Untuk menghasilkan bayangan yang
seperti ini, benda harus terltak di titik fokus lup (atau kurang sedikit). Oleh
karena mata tidak berakomodasi, lensa meregang sehingga mata tidak cepat lelah.
Pembesaran yang dihasilkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi adalah :
Keterangan : M = pembesaran lup
f =
jarak fokus lup (cm)
n
= titik dekat mata (25 cm)
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu
diperhatikan adalah:
1. maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak hingga
2. benda yang dilihat harus diletakkan di titik fokus (So = f)
3. keuntungan : mata tak cepat lelah
5. Kerugian : perbesaran berkurang (minimum)
Dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s= f ).
Perhitungan
• Si = -PR
• So = f
Untuk
melihat tanpa berakomodasi maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak
berhingga. Benda yang dilihat harus diletakkan tepat pada titik fokus lup.
Keuntunganya adalah untuk pengamatan lama mata tidak cepat lelah, sedangkan kelemahannya dari segi perbesaran berkurang. Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar.
Keuntunganya adalah untuk pengamatan lama mata tidak cepat lelah, sedangkan kelemahannya dari segi perbesaran berkurang. Sifat bayangan yang dihasilkan maya, tegak dan diperbesar.
Perbesaran anguler yang didapatkan adalah :
Keterangan:
M=PP/f
M=perbesaran lup
PP= titik dekat mata
f = jarak titik fokus lensa
M=perbesaran lup
PP= titik dekat mata
f = jarak titik fokus lensa
Lup berfungsi untuk mengamati benda-benda yang berukuran kecil sehingga tampak
menjadi lebih besar dan lebih jelas yang tidak dapat dilihat dengan mata secara
langsung dengan menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif . Lup
biasanya digunakan oleh para tukang arloji dan arkeolog ketika mereka bekerja.
Lup merupakan alat optic yang sangat sederhana, namun sangat membantu dalam proses pengamatan yang mudah dan praktis.
1. Tangkai Lup
Tangkai atau pegangan lup digunakan pengamat untuk memegang Lup
Pada proses penggunaanya. Tangkai ini dapat dipisahkan dengan lingkaran
Pegangan Lensa.
2. Skrup Pengendali
Skrup penghubung ini berfungsi menghubungkan antara tangkai Lup
dengan kepala Lup, berupa logam tipis yang juga berfungsi menguatkan
pegangan kepala Lup terhadap Lensa cembungnya
3. Kepala/bingkai Lup
Lingkaran penuh yang digunakan sebagai bingkai dari Lensa cembung
pada Lup. Bibgkai ini mirip dengan bingkai kacamata yang memegang Lensa,
akan tetapi bingkai kepala Lup berupa Lingkaran penuh.
4. Lensa Cembung Lup
Lup menggunakan lensa cembung, yang berfungsi memperbesar benda
berukuran kecil sehingga tampak besar.
Ada
2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan mata berakomodasi dan dengan mata
tak berakomodasi.
Untuk
mata normal dan berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk berada pada
jarak baca normal (sn) yaitu 25 cm. Oleh karena itu, perbesaran bayangan
pada lup dapat dituliskan M = s’/ s , karena s’ = 25 cm, maka
perbesarannya menjadi M = 25 / s.
Lup terbuat dari sebuah lensa cembung, sehingga persamaan lup sama dengan persamaan lensa cembung.
Lup terbuat dari sebuah lensa cembung, sehingga persamaan lup sama dengan persamaan lensa cembung.
Perbesaran Bayangan (M) :
Untuk mata berakomodasi maksimum s’ = -25 cm (tanda negative (-) menunjukan
bayangan di depan lensa sehingga diperoleh :
Sifat bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, dan diperbesar Untuk
mata tak berakomodasi, bayangan terbentuk di tak terhingga (s’ = ∞ ) sehingga
perbesaran bayangan yang dibentuk lup untuk mata tak berakomodasi adalah
sebagai berikut
Lup
adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung yang digunakan untuk
mengamati benda-benda kecil sehingga tampak lebih besar dan jelas. Bayangan
yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak dan diperbesar. Pengamatan dengan
lup dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum
dan dengan mata tidak berakomodasi. Pada pengamatan dengan mata berakomodasi
maksimum, lup diletakkan di ruang I di depan lup sehingga bayangan terjadi di
ruang IV dengan sifat maya, tegak, dan diperbesar. Sedangkan pada pengamatan
dengan mata tidak berakomodasi, lup diletakkan di titik fokus sehingga bayangan
terletak di jauh tak terhingga.
Pengamatan
menggunakan lup dengan mata berakomodasi maksimum menyebabkan mata cepat lelah
karena pada saat itu otot mata mempertahankan lensa mata agar tetap mencembung.
Sedangkan pada pengamatan dengan mata tidak berakomodasi, mata terasa lebih
santai karena lensa mata dalam kondisi relaks.
Alat
optik merupakan alat yang sangat vital bagi kebutuhan manusia, terutama untuk kita
melihat, dan selain itu dari segi sains alat optik memudahkan kita mengamati
sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Olehnya itu dengan belajar
Fisika kita akan mengetahui bagaimana prinsip kerja dari alat optik tersebut.
1. http://tkj2mak.blogspot.com/2012/03/kaca-pembesar.html
2. http://aktifisika.wordpress.com/category/optik/
3. http://www.scribd.com/doc/54997097/Lup
4. Purjiyanta, Eka dkk. 2006. IPA TERPADU. Jakarta:
Erlangga.
5. Sumarwan, Drs dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam SMP. Jakarta:
Erlangga

Komentar
Posting Komentar