MAKALAH IPA
Tentang
“ KAMERA”
Disusun
oleh :
Kelompok
:
Nama
:
|
2
FAHLAN
APIP
SABILA
MELI
SITI
MAESA
|
Kelas
:
|
VIII-A
|
KATA
PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat oleh beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu
menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah
ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta
kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 1
A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Tujuan......................................................................................................... 1
C. Rumusan Masalah....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
A. Pengertian Kamera..................................................................................... 2
B. Komponen kamera...................................................................................... 2
C. Badan kamera............................................................................................. 2
D. Bagian-bagian Kamera .............................................................................. 2
E. Sistem lensa................................................................................................ 3
F. Pemantik Potret.......................................................................................... 4
G. Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya.................................. 4
H. Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja................................................ 4
BAB III PENUTUP........................................................................................................ 8
A. Kesimpulan ................................................................................................ 8
B. Saran........................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kamera berawal dari
sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk
menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo
Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan
yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama,
sehingga penemuan
Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhada
cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan
gagasannya.
B.
Tujuan
Ingin mengetahui kamera
dan jenis kamera
C.
Rumusan Masalah
1.
Dapat mengetahui
tentang isi camera yang ada di dunia
2.
Mengetahui sejarah
camera
3.
Aksesoris camera
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kamera
Kamera- merupakan seperangkat perlengkapan yang memiliki fungsi untuk
mengabadikan suatu objek menjadi sebuah gambar yang merupakan hasil proyeksi
pada sistem lensa. Untuk yang pertama kalinya kamera disebut juga dengan kamera
obscura. Kata ini berasal dari bahasa latin yang artinya “ ruang gelap”. Kamera
obscura adalah sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang bisa memantulkan cahaya dengan menggunakan dua buah lensa
konveks, setelah itu menempatkan gambar objek eksternal itu pada sebuah
kertas/film. Penempatan film tersebut ada pada pusat fokus dari lensa.
B.
Komponen kamera
Sebuah kamera minimal
terdiri atas:
·
Kotak yang kedap cahaya
(badan kamera)
·
Pemantik potret (shutter)
·
Pemutar film
C.
Badan kamera
Badan kamera adalah
ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang
menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang
difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.
Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
·
Pengatur ISO/ASA Film.
·
Shutter Speed.
·
Aperture (Bukaan
Diafragma).
Jika diperlukan bisa
pula ditambah peralatan:
·
Blitz (atau lebih umum
disebut lampu kilat atau flash)
·
Tripod
·
Lightmeter
D.
Bagian-bagian Kamera
1.
Lensa, yaitu bagian kamera yang berada di bagian depan
kamera dan menyatu dengan body kamera. Fungsi lensa sendiri yaitu sebagai
pemantul objek yang akan di bidik.
2.
Tombol Stabilizer (IS, VR, VC), yaitu bagian kamera yang
berfungsi untuk menstabilkan getaran tangan saat hendak membidik objek. Namun
sayangnya tidak semua lensa memiliki fitur ini.
3.
Tombol pembuka lensa, lensa merupakan bagian dari kamera yang
dapat di pisahkan dengan body kamera. Nah untuk melepaskan lensa dari bodynya,
anda cukup menekan tombol pembuka lensa sembari memutar lensa ke arah kiri.
4.
Tombol fokus sendiri terdiri dari 2 mode, yaitu mode auto
fokus (AF) dan manual focus (MF). Model AF di gunakan saat anda enggan mengatur
titik fokus secara manual, sedangkan MF di gunakan untuk mengatur titik fokus
secara manual.
5.
Tombol pembuka flash, tombol yang hanya akan berfungsi ketika
kamera dalam keadaan standby.
6.
Built-in flash light, yaitu blitz atau flash, dimana lampu
ini sering kali di terjemahkan sebagai lampu kilat. Dan berfungsi untuk
membantu pencahayaan saat pemotretan pada kondisi gelap.
7.
Tombol shutter, yaitu bagian kamera yang berfungsi untuk
mengambil gambar.
8.
Grip, yaitu bagian kamera yang menonjol di sebelah kanan
anatomi dan berfungsi untuk pegangan kamera.
9.
Anti red eye, bagian kamera yang berfungsi untuk mencegah
hasil gambar dengan mara subjek nampak merah.
10.
Tombol review, untuk melihat hasil foto yang ada pada layar
LCD.
11.
Tombol delete, berfungsi untuk menghapus foto atau data lain
pada kamera.
12.
Tombol navigasi, yaitu tombol yang berfungsi untuk
mengendalikan program kamera, dan biasa bentuk tombol navigasi di setiap kamera
berbeda.
13.
Tombol Fn/Q, yang berfungsi untuk mengubah fungsi tombol
navigasi menjadi fungsi shortcut.
14.
Tombol AV, berfungsi untuk mengatur bukaan
diafragma/aperature.
15.
Tombol zoom, berfungsi untuk memperbesar hasil foto maupun
mendekatkan objek yang hendak di bidik.
16.
Mode-dial, adalah menu yang berfungsi untuk merubah mode
eksposure/modus pemotretan.
17.
Tombol Lifeview, berfungsi untuk mengalihkan layar bidik dari
viewfinder ke liveview.
18.
Viewvinder, jendela kecil yang berfungsi untuk melihat objek
yang hendak di bidik.
19.
Tombol menu, untuk menunjukkan pengaturan utama pada kamera.
20.
Layar LCD, bagian utama kamera yang akan menampilkan
keterangan settingan kamera.
21.
Tombol ISO, tombol pintas untuk mengatur ISO.
22.
Main-dial, navigasi yang berfungsi untuk menggeser pilihan
menu.
23.
Tombol display, berfungsi untuk mengaktifkan mode standby.
24.
Tombol on/off, berfungsi untuk menyalakan dan mematikan
kamera.
E.
Sistem lensa
Sistem lensa dipasang
pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau
bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar
bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh
jendela diafragma.
Jenis lensa cepat
ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan.
Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide
lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa
variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan
istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang
lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya
film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135
milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak
fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa
akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa
dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua
lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang
mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.
F.
Pemantik Potret
Tombol pemantik potret
atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa.
Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter.
Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan
berkas cahaya mengenai film.
Beberapa masyarakat
awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter
speed yang bisa digunakan.
Bagian lain
Bagian lain sebuah
kamera, antara lain:
1.
Mekanisme memutar film
gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
2.
Mekanisme fokus yang
dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3.
Pemindai komposisi
pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret
serta apakah objek utama akan terfokuskan
4.
lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya
bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh
bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera,
terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari
bagian-bagian tersebut.
G. Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan
pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver
halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat
proses cuci film, silver halida yang
telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang
kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan
pengembang (developer).
a. Kamera film
Jenis kamera film yang
digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena
keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran
kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera
itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
b. Jenis film
Pembagian film
berdasarkan ukuran:
·
Medium format
(100-120mm)
·
Large format
Angka di atas berarti
ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film harus menggunakan
kamera yang berbeda pula.
Pembagian film
berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
·
Film hitam putih
·
Film warna
·
Film positif
·
Film negatif
·
Film daylight
·
Film tungsten
·
Film infra merah
(sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)
c. Kamera polaroid
Kamera jenis ini
memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga
pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
d. Kamera digital
Kamera jenis ini
merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat
dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui
jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya.
Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di
belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external
memory yang menggunakan memory card
H.
Jenis kamera
berdasarkan mekanisme kerja
a. Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki
cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam
jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera
ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
b. Kamera instan
Istilah instan adalah
dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya
(lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan
kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.
c. Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi.
Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan
mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
d. Kamera saku
Jenis yang paling
populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya
otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa
langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh
mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik(viewfinder) dengan lensa.
e. Kamera TLR
Kelemahan kamera poket
diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan
lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kamera merupakan salah satu alat optik yang dapat digunakan untuk
menghasilkan gambar. Kamera memiliki empat bagian utama, yaitu lensa positif
sebagai pembias cahaya untuk pembentukan bayangan, diafragma yang mengatur
banyak cahaya yang melalui lensa, shutter mengatur jumlah cahaya yang mengenai
film, dan film sebagai tempat perekam bayangan yang dibentuk lensa.
Prinsip kerja pada
kamera, letak bayangan dapat diatur dengan memariasi jarak antara lensa dengan
film agar bayangan terbentuk pada film. Dalam mengatur fokus lensa perlu
diperhatikan panjang fokus lensa. Sebab semakin besar panjang fokus sebuah
lensa kamera semakin besar pula jarak bayangan (s’) sehingga bayangan yang
terbentuk akan lebih jelas.
B. Saran
Dalam penggunaan kamera sebagai alat optik, kita harus mengetahui fungsi
dan bagian kamera, serta bagaimana prinsip kerja alat optik agar dapat
digunakan dengan optimal. Perlunya menambah pengetahuan dengan membaca
referensi lain mengenai penggunaan kamera sebagai alat optik

Komentar
Posting Komentar